Dari Tenda Kecil ke Balai Pembina: Kisah Kak Gibran, Sang Inspirator Pramuka Sejati

Foto Ka Gibran Pembina Muda (Sumber: Zaidan Fakhir)


 By: Zaidan Fakhir 

LintasKota, Depok - Di pagi yang cerah di halaman SMPN 03 Depok, suara peluit bersahut-sahutan di antara riuh tawa puluhan anak berseragam cokelat. Mereka membentuk lingkaran, saling berpegangan tangan, menyanyikan lagu "Siaga Pramuka" dengan semangat. Di tengah lingkaran itu berdiri seorang pria, mengenakan seragam pembina dengan scarf merah putih melingkar gagah di lehernya. Dialah Kak Gibran, sosok yang tak hanya mengajar baris-berbaris atau membuat simpul tali, tapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan yang mendalam. Kecintaan Kak Gibran pada Pramuka bukan muncul tiba-tiba. Ia mengenang masa kecilnya di kampung halaman, Jambi. Kegiatannya tak jauh dari sawah, buku sekolah, dan tenda kemah.

 

“Saya masih ingat betul saat pertama kali ikut perkemahan waktu SD. Kami tidur beralaskan tikar, masak air pakai kaleng bekas, dan menyalakan api unggun di tengah dinginnya malam. Saat itu saya merasa, ini rumah saya,” ujar Kak Gibran dengan mata berbinar. Bagi sebagian orang, Pramuka hanyalah kegiatan ekstrakurikuler. Tapi bagi Kak Gibran, itu adalah tempat dimana ia merasa dihargai, bisa berbicara di depan umum, bisa memimpin regu, dan yang terpenting: tempat dimana ia belajar menjadi manusia.

 

Setelah lulus SMP, Kak Gibran tetap aktif dalam kegiatan Pramuka di tingkat penegak dan pandega. Ia sering mengikuti Jambore, Lomba Tingkat, hingga menjadi utusan daerah dalam pelatihan Pramuka tingkat nasional. Namun perjalanan hidup tak selalu mulus. “Setelah lulus SMA, ekonomi keluarga membuat saya harus bekerja. Saya sempat jadi buruh cuci mobil, jaga toko, bahkan kerja serabutan. Tapi satu hal yang tidak pernah saya lepaskan adalah kegiatan Pramuka,” kisahnya. Sambil bekerja, ia kuliah malam mengambil jurusan pendidikan. Ia percaya bahwa untuk bisa membina generasi berikutnya, ia harus membina dirinya terlebih dahulu.

 

Kini, lebih dari dua dekade setelah perkemahan pertamanya, Kak Gibran telah menjadi pembina Pramuka di tiga sekolah dan aktif di Kwartir Ranting. Ia tak hanya melatih teknis Pramuka, tetapi juga menjadi sosok panutan. Ia dikenal dengan pendekatan yang hangat dan kreatif. Dalam satu sesi pelatihan, ia bisa mengubah simpul tali menjadi permainan kerjasama. Dalam upacara penutupan kemah, ia selalu menyisipkan pesan kehidupan dengan gaya teater dan dramatis yang menyentuh.

 

“Pramuka itu bukan soal baris-berbaris saja,” jelasnya. “Ini tentang mendidik anak-anak untuk mandiri, menghormati sesama, mencintai alam, dan yang paling penting: tidak mudah menyerah dalam hidup.” Di era digital yang serba cepat ini, banyak yang menganggap kegiatan seperti Pramuka mulai ditinggalkan. Namun Kak Gibran punya pandangan berbeda. “Justru sekarang anak-anak butuh wadah seperti Pramuka. Mereka butuh ruang untuk bergerak, bersosialisasi tanpa layar, dan belajar nilai-nilai kehidupan yang nyata. Di Pramuka, mereka tidak hanya tahu cara bertahan di alam, tapi juga cara bertahan dalam hidup,” tegasnya.

 

Salah satu muridnya, Ridho, bercerita bahwa ia dulu pemalu dan sulit bersosialisasi. Namun setelah ikut Pramuka dan dibina oleh Kak Gibran, ia bisa tampil percaya diri bahkan menjadi pemimpin regu. “Kak Gibran ngajarin bukan cuma soal disiplin, tapi juga tentang keberanian,” ujar Ridho.

 

Kisah Kak Gibran adalah kisah tentang cinta, ketekunan, dan pengabdian. Ia membuktikan bahwa seseorang bisa mengubah hidupnya dan hidup orang lain hanya dengan satu hal sederhana: semangat. “Tidak semua orang bisa jadi pahlawan besar,” ucapnya suatu sore di sela-sela latihan. “Tapi kita semua bisa jadi cahaya kecil yang menuntun orang di sekitar kita. Bagi saya, itulah makna menjadi pembina Pramuka.”

 

Dari seorang anak kampung yang mencintai kemah, kini ia menjadi guru kehidupan. Dan mungkin, di tengah tenda-tenda kecil yang ia dirikan bersama anak-anak, telah lahir generasi pembina masa depan yang kelak akan meneruskan obor semangat itu.


Dari Tenda Kecil ke Balai Pembina: Kisah Kak Gibran, Sang Inspirator Pramuka Sejati Dari Tenda Kecil ke Balai Pembina: Kisah Kak Gibran, Sang Inspirator Pramuka Sejati Reviewed by LintasKota360 on September 23, 2025 Rating: 5

Tidak ada komentar